Ibu

Seandainya dulu sistem memoriku telah bekerja sebagaimana fungsi layaknya ingatanku sekarang, tak akan lagi sempat aku memikirkan semua nestapa atau apapun sebutannya untuk hal semacam itu. Semua itu akan tersubstitusi oleh indahnya memori - memori kala itu. Interpretasi cinta yang sejati dimana sebuah substansi ketulusan yang hakiki terwujud. Kulminasi atas hal tersebut ialah mengimplementasikan hidup ini untuk hidupnya, pemaknaan diri yang tiada bakal dia yang ada. menjadi terlalu sibuk hanya dengan mencoba menaksirkan indahnya memori tersebut. Dengan melihat bagaimana mayoritas seorang ibu memperlakukan anaknya ketika bayi dan tingkat penalaran saat ini dalam mengarifi sesuatu. Aku mulai sedikit memahami betapa agungnya memori tersebut dan itu menjadi sebuah antusiasme tersendiri bagiku untuk berupaya menjadi yang terbaik dalam hidup ini agar dapat membalas semua budinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar