Kisi-kisi UTS Sejarah Indonesia semester genap SMK N 1 Godean tahun pelajaran 2016/2017
Faktor-faktor yang Menyebabkan
Kemunduran Kerajaan Majapahit
- Tidak ada pembentukan pimpinan baru (tidak ada kaderisasi).
- Gajah Mada sebagai Patih Amangkubumi memegang segala jabatan yang penting. Ia tidak memberi kesempatan generasi penerus untuk tampil, sehingga setelah meninggalnya Gajah Mada tidak ada penggantinya yang cakap dan berpengalaman.
- Perang saudara melemahkan kekuatan. Perang Paregreg menimbulkan malapetaka bagi rakyat dan kaum bangsawan, sehingga melemahkan kekuatan dan tidak ada persatuan. Daerah-daerah melepaskan diri, karena pemerintaahan pusat Kerajaan Majapahit Iemah dan kacau, para adipati di Jawa dan kerajaan-kerajaan di luar Jawa melepaskan diri.
- Kelemahan pemerintahan pusat akibat perang saudara mengakibatkan kemunduran ekonomi Majapahit. Perdagangan di Kepulauan Nusantara diambil alih oleh pedagang-pedangan Melayu dan Islam.
- Masuk dan tersiarnya agama Islam. Adipati dan daerah pesisir pantai daerah pedalaman yang beragama Islam merasa tidak terikat oleh kekuasaari Kerajaan Majapahit, sehingga mereka tidak taat dan setia kepada penguasa yang beragama Hindu.
Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia
- Dilakukan oleh para pedagang Arab dibantu oleh para pedagang Persia dan India pada Abad ke 7 M.
- Pada masa ini, sebagian kecil penduduk yang bersedia menganutnya karena masih berada dalam kekuasaan raja-raja Hindu-Budha.
- Berlangsung dalam waktu yang lama yaitu dari abad ke 7 M sampai abad ke 13 M.
- Selama masa itu, para pedagang dari Arab, Gujarat, dan Persia makin intensif menyebarkan Islam di daerah yang mereka kunjungi terutama di daerah pusat perdagangan (terutama di daerah pantai).
- Menjelang berakhirnya abad ke 13 M sekitar tahun 1267 berdiri kerajaan bercorak Islam yang bernama Samudra Pasai.
Samudera Pasai
- Kerajaan islam pertama di Indonesia.
- terletak di pesisir pantai utara Sumatera, sekitar Kota Lhokseumawe , Aceh Utara Provinsi Aceh, Indonesia saat ini.
- didirikan oleh Meurah Silu, yang bergelar Sultan Malik as-Saleh, sekitar tahun 1267.
- tercantum dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah ibn Batuthah (1304–1368), musafir Maroko yang singgah ke negeri ini pada tahun 1345.
Sultan dan Sultanah yang Pernah memimpin Samudura Pasai
- Sultan Malikussaleh (Meurah Silu) 1267 - 1297
- Sultan Al-Malik azh-Zhahir I / Muhammad 1297 - 1326
- Sultan Ahmad I 1326 - 133?
- Sultan Al-Malik azh-Zhahir II 133? - 1349
- Sultan Zainal Abidin I 1349 - 1406
- Ratu Nahrasyiyah 1406 - 1428
- Sultan Zainal Abidin II 1428 - 1438
- Sultan Shalahuddin 1438 - 1462
- Sultan Ahmad II 1462 - 1464
- Sultan Abu Zaid Ahmad III 1464 - 1466
- Sultan Ahmad IV 1466 - 1466
- Sultan Mahmud 1466 - 1468
- Sultan Zainal Abidin III 1468 - 1474
- Sultan Muhammad Syah II 1474 - 1495
- Sultan Al-Kamil 1495 - 1495
- Sultan Adlullah 1495 - 1506
- Sultan Muhammad Syah III 1506 - 1507
- Sultan Abdullah 1507 - 1509
- Sultan Ahmad V 1507 - 1509
- Sultan Zainal Abidin IV 1514 – 1517
Kerajaan Demak
- Mulanya sebuah kadipaten.
- Berada di bawah kekuasaan dari Kerajaan majapahit.
- Ketika Kerajaan Majapahit runtuh, Demak lalu mulai memisahkan diri dari Ibu Kota di Bintoro.
- Kerajaan islam pertama di Pulau Jawa.
- Didirikan oleh Raden Patah dengan seorang putri dari Campa.
- Terletak antara pelabuhan bergota dari kerajaan Mataram Kuno dan Jepara, membuat Demak menjadi kerajaan dengan pengaruh besar di Nusantara.
- Daerah kekuasaan : Banjar, Palembang dan Maluku serta bagian utara pada pantai Pulau Jawa.
<EONOMI>
- Salah satu pelabuhan terbesar yang ada di Nusantara.
- memiliki daerah pertanian yang lumayan luas dan menjadi penghasil bahan makanan seperti beras.
- perdagangannya juga semakin meningkat. Barang yang banyak diekspor yaitu Lilin, Madu dan Beras.
<POLITIK>
Raja-raja kerajaan Demak
1. Raden Patah (1478 - 1518)
Gelar Senapati Jumbung Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama.
2. Pati Unus (1518 - 1521)
Julukan sebagai Pangeran Sabrang Lor.
3. Sultan Trenggono (1521 - 1546)
Puncak kejayaan.
1. Raden Patah (1478 - 1518)
Gelar Senapati Jumbung Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama.
2. Pati Unus (1518 - 1521)
Julukan sebagai Pangeran Sabrang Lor.
3. Sultan Trenggono (1521 - 1546)
Puncak kejayaan.
<SOSBUD>
Demak sudah diatur
dengan hukum Islam sebab tempat berkumpulnya para Wali Sanga
Terdapat perayaan Sekaten yang dipelopori oleh Sunan Kalijaga
untuk menarik minat masyarakat Demak.
WALI SONGO
- Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)
- Gresik, Jawa Timur.
- keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad.
- lahir di Samarkand di Asia Tengah, pada paruh awal abad ke-14.
- Sunan Ampel (Raden Rahmat)
- Surabaya, Jawa Timur.
- Putra Ibrahim Zainuddin Al-Akbar dan seorang putri Champa.
- Keturunan ke-19 dari Nabi Muhammad.
- Sunan Bonang (Raden Makhdum Ibrahim)
- Tuban, Jawa Timur.
- Keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad.
- Putra Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila.
- Berdakwah melalui kesenian.
- Memasukkan rebab dan bonang pada gamelan Jawa.
- Sunan Drajat (Raden Qasim)
- Lamongan, Jawa Timur.
- Putra Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila.
- Merupakan keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad.
- Menekankan kedermawanan, kerja keras, dan peningkatan kemakmuran masyarakat, sebagai pengamalan dari agama Islam.
- Memelopori penyatuan anak-anak yatim dan orang sakit.
- Sunan Kudus (Ja'far Shadiq)
- Kudus, Jawa Tengah.
- Putra Sunan Ngudung atau Raden Usman Haji dengan Syarifah Ruhil atau Dewi Ruhil yang bergelar Nyai Anom Manyuran binti Nyai Ageng Melaka binti Sunan Ampel.
- Keturunan ke-24 dari Nabi Muhammad.
- Berdakwah di kalangan kaum penguasa dan priyayi Jawa.
- Peninggalannya Mesjid Menara Kudus.
- Sunan Giri (Raden Paku atau Ainul Yaqin)
- Gresik, Jawa Timur
- Putra Maulana Ishaq.
- keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad.
- Merupakan murid dari Sunan Ampel dan saudara seperguruan dari Sunan Bonang.
- Sunan Kalijaga (Raden Sahid)
- Jawa Tengah
- Putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur atau Sayyid Ahmad bin Mansur (Syekh Subakir).
- Murid Sunan Bonang.
- Menggunakan kesenian dan kebudayaan (wayang kulit dan tembang suluk) sebagai sarana untuk berdakwah.
- Sunan Muria (Raden Umar Said)
- Kudus, Jawa Tengah.
- Putra Sunan Kalijaga dengan Dewi Sarah binti Maulana Ishaq.
- Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)
- Cirebon, Jawa Tengah
Langganan:
Postingan (Atom)