Kemenangan
Sejak kecil kita sudah dituntut untuk menjadi seorang pemenang. Sadar ataupun tidak itu telah menjadi paradigma setiap orang. Semua itu membuat hidup ini bagaikan sebuah kasta, selalu posisi teratas lah yang semua tuju dan yang berada di posisi bawah yang akan dianggap kalah. Seakan - akan prestasi adalah tolak ukur mutlak yang menjadikan kita dianggap 'hidup', sehingga mau tidak mau kita harus berjuang mati - matian untuk meraih semua itu. Kita mengejarnya dengan nafsu yang menggebu - gebu. 'Bertarung' satu dengan yang lain sudah menjadi hal yang lumrah, mengingat itu lah hal mutlak yang akan menjadikan kita dianggap 'hidup'. Situasi seperti ini selalu memaksa kita untuk lebih mementingkan diri sendiri. Sedikit saja orang yang masih rela bersusah payah berbuat sesuatu untuk orang lain. Sebenarnya tidak masalah bagiku berada dalam keadaan seperti ini, tetapi hendaklah kita sadari, suatu saat kelak bukan lagi kita yang berada di dunia ini melaikan keturunan kita sendiri. Coba bayangkan dan jujur lah pada dirimu sendiri. Di masa kita yang sekarang ini saja keadaan kita sudah seperti ini, silaturahmi yang dulu terjadi begitu hangat kini hanya tinggal kata-kata dalam sebuah tulisan, permainan-permainan seru yang dulu pernah kita mainkan kini tinggal fantasi dalam dunia virtual semata. Sekali lagi, bayangkan lah bila keadaan seperti ini terus menerus berlangsung. Anak kita, cucu kita, cicit kita, akankah mereka dapat merasakan kebahagiaan yang nyata, ataukah kebahagiaan yang mereka rasakan akan menjadi semakin semu. Dengan pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi harusnya menjadikan kita sebagai manusia yang lebih baik lagi bukan malah sebaliknya dan pada kenyataannya memang telah banyak orang yang dapat memanfaatkan semua ini untuk kegiatan yang bermanfaat dan kalian pasti sudah lebih tau berbagai contohnya. Namun tidak sedikit pula dampak negatif yang ditimbulkan, contoh kecil saja, pernah kah kalian berkata kepada orang tua kalian bahwa mereka 'kuno' karena mereka tidak mengerti apa yang kita mengerti akan tekhnologi yang kita pakai saat ini, dengan sombongnya kita berkata seperti itu kepada mereka sedangkan kita hanya mengerti sedikit tentang hidup ini, hidup yang sebenar-benarnya hidup bukan hanya hidup yang berada di dalam dunia khayal semata. Jangan kalian anggap ini sebagai penyalah terhadap sesuatu tetapi anggaplah ini sebagai pengingat bagi kalian, walaupun hanya hal kecil tapi ingatlah ini sebagai sesuatu yang besar sehingga setiap saat kalian dapat menjadikan ini sebagai layaknya sebuah rem yang akan menghentikan setiap kali kita akan berbuat sesuatu yang tidak baik. Tidak ingat kah bahwa kita ini satu, satu jenis yaitu manusia, satu negara yaitu Indonesia. bukankah bangsa kita ini menganut semboyan bhineka tunggal ika, berbeda-beda tetapi tetap satu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar